Pagi itu pagi yang indah yang pernah terlihat dalam lintasan pandang hidup, setelah sekian lama menanti momentum itu, akhirnya pagi ini aku harus memulai langkah hidup baru bersama pasangan hidupku tepat di hari Rabu, 17 Maret 2010.
Ini adalah keajaiban TUHAN, perasaanku saat itu mengatakan seperti itu, kenapa aku bisa melangkah berani seperti ini? Setahun yang lalu, keberanianku ciut tatkala kesempatan mendapatkan pasangan hidup tak juga aku temui. Banyak sekali rangkaian peristiwa pertemuan dengan lawan jenis aku lampaui tapi tak satupun yang bisa membuatku menambatkan hati dan perasaanku pada mereka tapi TUHAN telah menggariskan sebuah titik awal kehidupan baru bagi diriku tepat di usiaku yang menginjak tiga dasawarsa.
Berawal dari sebuah pesan singkat yang hinggap malam itu, tak terduga pesan itu sebagai ruang bertemunya dua insan manusia beda jenis kelamin, beda jenis watak, beda jenis karakter dan masih banyak lagi perbedaan tapi dipersatukan oleh satu rasa, satu jiwa, satu keinginan, sebuah keinginan suci merajut tali kebersamaan bersama dalam ikatan pernikahan.
Dari awal pertemuan pertemuan pertama disuatu institusi pendidikan tinggi bagi pendidik di kota kembang, kami saling mengagumi dan saling suka walaupun hal itu berjalan singkat namun itu sudah memberi kesan bagi aku dan dia untuk bisa saling menatap dan berharap akan ada pertemuan lagi kelak disuatu waktu dan tempat yang indah. Harapan tinggal harapan ternyata pada waktu itu dia sudah mempunyai pacar, dan kekecewaan pun tidak bisa kututupi. Aku kembali ke rutinitas ku walau keinginan untuk bersama dia masih ada dan terus ada, namun kenyataan berkata tidak.
Satu tahun berlalu, dua tahun berlalu, tiga tahun berlalu dan baru tahun keempat kami dipertemukan kembali. Masih sama diwaktu pertemuan pertama, pertemuan kedua ini dia menyapa terlebih dahulu melalui pesan singkat di dinding Yahoo Messenger miliku.
Dia berkata..."Assalammu'alaikum...gimana kabarnya mas...???", sejenak aku terhenyak, apa yang terjadi disiang ini, apakah benar dia atau siapa....???. Kemudian aku jawab sapaan dari dia..."Waalaikumsalam...Alhamdulillah kabar baik...gimana kabar disana...???", dan obrolan kami pun kemudian menjadi hangat kembali setelah empat tahun lamanya sejak pertemuan pertama di kota kembang itu kami akhirnya dipertemukan kembali.
Hingga pada saat yang aku rasa tepat, aku nyatakan keinginanku pada dia melalui perbincangan di Yahoo Messenger, bahwa aku ingin memiliki dia lebih dari segalanya dalam satu ikatan pernikahan yang suci. Dan apa jawabannya, dia tidak menjawab dan tidak menolak atas ungkapan persaanku ke dia, hanya dia mengatakan, "kapan mas mau main ke cirebon...???", ini dia yang aku harus ambil kesempatan yang dia utarakan. Baiklah kalau itu keinginan dia, maka aku niatkan untuk mempersiapkan diri silaturahmi ke orang tuanya dan mengutarakan maksud baikku ini kepada dia dan kedua orang tuanya.
Akhirnya pertemuan itu terjadi walau harus tertunda selama sepekan karena ada sesuatu yang harus aku selesaikan di Jakarta. Awal pertemuanku dengan dia, begitu terkesan, dia sungguh sangat berbeda, tampil anggun, cantik dengan polesan make up yang sangat tipis dan sederhana dan pembawaan yang riang dan penuh kegembiraan dia menyambutku di depan pintu gerbang Stasiun Cirebon.
Satu dua kalimat mulai membuka obrolan kita sore itu, sembari menikmati senja hari kota Cirebon dengan menaiki becak khas kota itu, kemudian dilanjutkan dengan makan sore berdua disalahsatu pusat jajan sederhana yang kemudian hari menjadi langganan kita berdua untuk melepaskan akhir pekan bersama di kota Cirebon. Menjelang Maghrib, kami pun tiba dirumah dia, berada disalahsatu perumahan yang sederhana namun asri, aku disambut ramah oleh kedua orang tuanya. Dan akhirnya momentum yang telah lama aku pendam itu sore itu aku ungkapkan didepan kedua orang tua dia. Aku utarakan maksud dan keinginanku untuk melamar dia...ERLINDA VALENSIA...sebagai isteriku dan dengan niat baik akan menikahi dia secara baik dan benar...
Alhamdulillah, sungguh diluar dugaanku kedua orang tua dia, menerima dengan baik niatan baikku dan mereka mengharapkan untuk mengenal keluarga saya dan selanjutnya kalau sudah ada keinginan itu maka lebih baik disegerakan. Setelah sekian bulan kami melakukan pengenalan baik secara pribadi kami masing-masing maupun diantara keluarga besar kami, maka sebuah hari, sebuah tanggal dan waktu telah ditentukan oleh semua keluarga dan kami untuk menjadikan hari itu sebagai hari yang penuh bahagia, penuh makna, penuh arti bagi kehidupanku, kehidupan dia, dan bersatunya dua keluarga besar.
Akhir kata, aku hanya bisa mengucapkan ALHAMDULILLAH...hari RABU, 17 Maret 2010 adalah hari yang bersejarah bagiku dan awal bagi kehidupanku.
Hanya ALLAH SWT yang BERKUASA atas segalanya, dan dengan kehendaknya segala sesuatu itu bisa terjadi...
I LOVE YOU...VE....


0 komentar:
Poskan Komentar